Gula pasir rafinasi adalah pengolahan gula mentah dengan menggunakan cara khusus untuk memperoleh kadar gula yang bagus. Faktor- faktor yang mempengaruhi perjalanan industri gula pasir rafinasi adalah sebagai berikut.

1. Adanya Impor Gula dari Luar Negeri

Konsumsi gula yang tinggi di Indonesia setiap tahun sejumlah 15 kg per kapita membuat kesenjangan antara produksi dan tingkat konsumsi. Hal ini menyebabkan adanya impor gula dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri. Pemakaian gula untuk proses industri tentu lebih tinggi daripada pemakaian rumah tangga.

2. Kebijakan Pemerintah

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan kebijakan perizinan 10 pabrik baru untuk beroperasi. Disatu sisi berguna untuk menaikkan pilihan harga yang beragam. Disisi lain akan menimbulkan banyaknya pasokan gula pasir rafinasi  yang akan bocor keluar tempat non industri.

3. Faktor Penghambat

Faktor penghambat disini disebabkan oleh susahnya mendapatkan modal usaha, akses terhadap bahan baku, perbedaan produk dan harga yang turun. Kebijakan pemerintah sangat berpengaruh disini untuk mengatasi penghambat ini. semakin berpihak pemerintah semakin bagus hasil yang didapat.

4. Strategi Pendukung

Strategi yang bisa dilakukan disini ada dua macam. Yang pertama adalah adanya kebijakan harga pasar sehingga harga gula pasir rafinasi menjadi stabil. Yang kedua adalah membuat iklan untuk menarik konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.

5. Kinerja

Pabrik dalam negeri harus meningkatkan kualitas produknya sehingga bisa bersaing dengan pabrik dari luar negeri. Harus diakui produk luar lebih berkualitas daripada produk dalam negeri.

6. Berpihak kepada Petani

Kebijakan apapun yang diputuskan harus menguntungkan petani bukan hanya pemilik industri gula saja. Petani adalah level paling bawah dari semua proses produksi sehingga harus diperhatikan kondisi hidupnya. Jika level bawah kuat maka level atas pun akan semakin hebat.

Perkembangan industri gula rafinasi dari tahun ke tahun mempunyai cerita yang berbeda. Yang paling penting adalah menjaga kualitas terhadap suatu produk yang dihasilkan dan diproduksi.